Kita akan bahas mengenai supllier dan juga level bisnis sekarang…

Nantinya berkaitan dengan ‘LEVEL BISNIS DISTRIBUTOR atau RESELLER?
Siap-siap ya…

Contoh lain ya bahwa penting banget memilih supllier

Terkadang supplier itu bukan membantu malah menekan

dalam bisnis peternakan yang memerlukan pakan, dimana perkembangan hasil ternak (daging) akan menghasilkan ketika memberikan pakan yang sesuai

Terkadang, harga pakan itu fluktuatif,

Dinaikan dan diturunkan dengan cepat, dimana bulan ini mendapatkan harga Rp 7.500/kg, lalu pada bulan depan naik jadi 7.600/kg

Dan sangat jarang turun…

Padahal harga jual hasil dari ternak itu jarang naik, lebih sering turun

Hayooo loh…

Makanya yang bisa bertahan dalam bisnis seperti itu adalah yang menguasai pakan, bisa memproduksi sendiri atau memang memiliki keterikatan sangat erat dengan supplier

Atau suppliernya memang memiliki visi misi membantu Anda

Sedangkan dalam level bisnis

Ada 3 level saat ini yang perlu Anda sadari

Pertama, DROPSHIPPER

Perlu diingat dropshipper berarti tidak memiliki barang, maka uang yang ditransfer oleh konsumen wajib masuk ke pemilik barang yaitu produsen atau distributor atau reseller

Intinya uang ditransfer oleh pembeli kepada penjual yang memiliki barang

Nah orang yang menjadi dropshipper maka mendapatkan komisi dari pemilik barang

Ngerti sampai sini?

Seperti property yang saya jalankan, Anda yang menjadi marketing kan tidak memiliki barang. Tetapi tetap halal, karena uang yang ditransfer oleh pembeli adalah kepada saya sebagai pemilik property, bukan kepada Anda yang menjual. Lalu Anda sebagai marketing mendapatkan komisis nantinya

Oke tadi bahas fiqh muamalah sedikit ya…

Sekarang, apakah level distributor sangat bagus untuk prospek kedepannya?

Level dropshipper boleh dijalankan asalkan memiliki kedekatan dengan pemilik barang, dan hasilnya besar

Misalnya property sudah tentu bagus… karena menghasilkan besar

Jika selain property, Anda wajib kroscek yang namanya kekuatan produksi, kekuatan stok produk dari supplier atau pemilik barang

Karena jika Anda berjualan itu kan tidak memiliki barang. Betul?
Lalu, ketika ada penjualan, inginnya kan Anda berhasil mendapatkan uang atau komisi?

Bagaimana jika stok tidak ada saat buyer Anda banyak?

Nah ini masalah dropshipper..

Selain itu, ada keuntungan yang lebih kecil dibanding level yang lain (nanti dijelaskan)

Ini membuat Anda kerja lebih cape, dan untung lebih kecil. (Ini diluar property ya)

Level bisnis kedua, RESELLER

Jika Anda sudah memiliki modal lebih, mending menjadi reseller karena memiliki stok sendiri dan benar-benar berjualan barang milik sendiri nantinya

Bukan menjual barang orang lain…

Terkadang, ada unsur psikologi bermain disini. Ada beberapa tes terukur menyebutkan bahwa orang yang memiliki barang dalam bisnisnya biasanya lebih mudah menjual

Kenapa ya bisa seperti itu?

karena merasa mengeluarkan modal
karena merasa harus menghabiskan stok
karena tidak ingin barangnya hanya menjadi pajangan

Secara unsur psikologi bahwa pemilik barang memiliki kewajiban dalam menjual sampai habis bagaimanapun caranya (Tentu dengan cara halal). Maksudnya adalah mengeluarkan seluruh energi untuk menghasilkan penjualan

Dan pembeli transfernya itu kepada Anda, bukan kepada yang lain. Jadi, benar-benar bisa leluasa dalam berjualan nantinya

Tetap ada permasalahan pada level kedua ini…

Apakah permasalahan yang ada pada RESELLER?

1. seorang reseller hanya memiliki satu pendapatan, yaitu ketika terjual saja.

Disini kita tahu bahwa sumber penghasilannya memang hanya itu. Jadi ketika sakit, ketika tidak bisa jualan, ketika males jualan, ketika stagnan tidak ada penjualan. Kalau diri Anda sebagai reseller tidak berjuang maka akan merugi

2. seorang reseller memiliki keuntungan yang lebih kecil dan perkembangan yang tidak signifikan dibanding level bisnis ketiga (nanti dijelaskan)

Seorang reseller pasti membeli dari distributor/agen dan pemilik barang diatasnya (bukan MLM ya maksudnya)

Kita tahu bahwa yang untung besar adalah distributor atau agen. Nah, seorang reseller pasti menginduk dan bekerjasama dengan distributor atau agen

Sampai sini kegambar belum ya?

Nanti kita lanjut yaa…

Tentang level bisnis idaman layaknya UNILEVER

dan tentang supplier…

Siap-siap ya,

Kita akan bahas, kenapa sih harus tau level bisnis

Kemudian, gimana caranya agar berkembang bisnisnya

Serta, memahami bisnis hanya satu tetapi income dari berbagai sumber.

Ini yang teman-teman perlu tau… karena jarang dibuka oleh orang lain

KENAPA YA BISNIS BISA BERTAHAN JANGKA PANJANG?

Kita tau bahwa unilever adalah perusahaan besar yang tidak memiliki pabrik

Mereka hanya memiliki merk / brand yang kegiatannya adalah menguasai pasar yaitu dengan distribusi barang seluas-luasnya

Nah mereka itu dari segi produk sudah benar yaitu mencari produk yang repeat order tinggi

Kemudian tidak terjun ke dunia produksi, namun fokus di penjualan dan branding

Ini disebut DISTRIBUTOR

Saya harap teman-teman nanti bisnis minimal menjadi distributor

Apa sih bentuk bisnis distributor?

Pertama, dia memiliki jaringan dimana alfamart, indomart adalah para resellernya

Bayangkan, Anda yang menjadi distributor, maka memiliki pasukan dalam menjual barangnya

Kedua, jika menjual barang kepada end user memiliki keuntungan besar dibanding alfamart atau indomart (reseller)

Karena punya kedekatan distribusi dengan supplier atau produsen maka tentu untung bisa lebih besar

Konsekuensinya adalah stok barang harus banyak, karena untuk jadi distributor itu ajib nyetok barang

Contohnya bisnis saya yang berkembang diawal adalah property

Karena saya menjadi distributor atau disebutnya agency jika dalam dunia property

Diawali dari marketing, paling tinggi closing 10an unit perbulan jika menjadi penjual biasa (reseller) dengan komisi 2%

Lalu, pada saat menjadi distributor atau agency dimana memiliki pasukan jualan (para reseller) maka peningkatan drastis

Bisa dalam 1 hari menjual puluhan unit

Jika saya tidak jualan pun, para reseller tetap jualan dengan baik hehehe

Kalau saya sakit, tetap ada income karena sumber incomenya bertambah…

Diatas hanya sebuah contoh ya. Bahwa bisnis berkembang karena produknya repeat order, jauh dari masa jenuh yang cepat dan tidak terlibas masa, minimal distributor, memiliki income dari berbagai sumber
Income yang banyak contohnya begini

Jika jadi reseller, Anda jualan maka mendapatkan hasil. Jika tidak jualan maka tidak dapat apapun

Jika jadi distributor, Anda nyetok barang lalu bisa berjualan ke reseller, bisa jualan ke end user, dan bisa menerapkan biaya pendaftaran diawal ketika ada reseller mau gabung untuk menjual produk Anda

Contoh :

Saya adalah distributor produk kecantikan

Kemudian saya rekrut reseller untuk menopang penjualan dengan menerapkan biaya pendaftaran diawal sebesar Rp 500rb

Maka jika saya rekrut 10 reseller maka bisa menghasilkan income Rp 5jt diawal (INCOME JENIS A)

Kemudian, jika saya berjualan kepada end user (pengguna) maka mendapatkan pendapatan juga (INCOME JENIS B)

Selanjutnya, jika reseller setelah gabung berhasil menjual maka akan membeli lagi stok barang kepada kita (INCOME JENIS C)

Nah akhirnya jika produknya repeat order maka ada kenikmatan yang tiada tara dalam bisnis

Yaitu kita gak jualan kepada orang baru pun, mereka yang udah beli yaitu end user dan para reseller akan kembali kepada kita karena membutuhkan barangnya

Syaratnya tentu berkualitas dan cocok ya

Misal, reseller ada 10 menghasilkan omset penjualan di bulan November Rp 20jt. Maka ada kemungkinan besar di bulan depan jika produknya memang habis pakai (seperti diminum, digunakan, dimakan) maka akan ada repeat order setelah prodik habis

Contoh ya misal ibu-ibu beli kosmetik bedak, maka jika habis akan kembali untuk membeli bedak.

Paham kan?

Jadi perhatikan juga produknya…
 
 
Next kita bahas soal pasukan, repeat order, dan produk yang jangka panjang ya…