Mari kita mulai bahas ya…

POTENSIAL PASAR

Kenapa pedagang-pedagang di pasar jarang banget bangkrut?

Hayo jawab…

Karena yang mereka jual adalah yang dibutuhkan…

Mengenai Niche rumah tangga (peralatan dapur, masakan, dll)

Setiap hari terjual laku keras…

Bahkan repeat order, artinya ibu-ibu yang pernah beli, jika cocok dgn harga dan kualitas akan balik lagi untuk membeli

Tingkat bangkrutnya kecil

Contoh lain, adalagi yaitu Dealer Motor atau Mobil dan Bengkel

Jaramg banget bisnisnya bangkrut

Karena orang yang udah memiliki motor banyaaak

Dan orang yang punya mobil banyaaak

Pasti butuh service, spare part, dan oli ya?

Yang membuat delaer dan bengkel bertahan adalah repeat ordernya

Jika semua orang sudah beli motor atau mobil. Ada kemungkinan bisnisnya mati, jika tidak memiliki jenis produk repeat order seperti itu

Nah itu hanya intermezo saja

Kita masuk ke dunia potensi pasar ya

Inti dari semua penjelasan diatas adalah POTENSI PASAR

jika pasarnya ada, kemudian target marketnya jelas. Maka produk bisa terjual.

Misal lagi nih…

Produk kecantikan kira-kira target market nya atau yang akan membeli produk kecantikan/kosmetik siapa?

Hayooo…

Gampang kan jawabnya?

Semakin tau dan jelas siapa yang membutuhkan produk itu, maka akan memudahkan penjualan

Dari mulai gambar, video, copywriting dan alur penjualannya akan langsung tau ketika sudah jelas banget target marketnya. Ini disebut Buyer Persona

Yuk kita bedah bareng-bareng, kenapa potensi pasar itu penting?

Setiap manusia memiliki problem, mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, baju, peralatan mandi, kosmetik, dan lain sebagainya.

Sebelum kita ingin membuat produk, maka langkah awal adalah mendeteksi apakah pasarnya ada, siapa target marketnya, problem apa yang mau diselesaikan dengan produk yang kita miliki.

Nah disini kita menentukan Niche atau Bidang bisnis yang akan digeluti. Nantinya akan terlihat karakter, target market atau buyer persona, psikolgi, problem, dan berapa besar potensi pasarnya (market share)

Contoh kita liat saat ini hampir semua wanita membutuhkan kosmetik, dari mulai hanya bedak, sampai perawatan sehari-hari dari mulai pagi, saat pergi keluar ruangan, saat malam hari. Setiap harinya tidak bisa lepas dari kosmetik.

Naluri wanita sudah mengarahkan hasratnya untuk selalu terlihat cantik dimata suaminya. Betul?

…Hayo para ibu setuju gak?…

Jika kosmetik yang digunakan sudah cocok, lalu kemudian suatu waktu habis. Maka gelisah dan ingin segera membeli kembali agar tersedia untuk perawatan lagi.

Berarti jika bidang kosmetik dan kecantikan bahwa semua wanita remaja sampai dewasa membutuhkannya. Kemudian seorang wanita memiliki perasaaan yang mudah dipengaruhi sehingga seorang marketing/penjual mudah sekali menawarkan kepada para kaum hawa ini. Sekali klik dengan perasaan dia, maka akan langsung dibeli produknya. Agar klik dengan calon pembelinya, maka perlu ada list problem yang ada dalam target market di niche atau bidang kecantikan.

Jika target market kita wanita dewasa umur 25-35 , di Indonesia ada berapa orang?

Misalnya hanya ada 10 juta orang, kita anggap perusahaan kita hanya bisa mengambil market share sebesar 1% yaitu 100.000 orang

Nah jika kita sudah menjual ke 100.000 orang maka produk kita misalnya tidak akan dibeli lagi oleh orang, karena sulit untuk merebut konsumen yang sudah jadi costumer base dari perusahaan lain

Apakah perusahaan kita akan bangkrut jika kita sudah menjual ke semua orang yang menjadi target market kita dan yang terserap hanya 100.000 orang?

Tentu kita harus menganalisis dulu…

Jenis produk kita itu apa?

Diatas kita bicara soal repeat order

Dari mulai bicara soal pasar swalayan, bicara soal dealer dan bengkel. Nah, sama dengan kecantikan. Jenis produk ini adalah repeat order

Jadi walaupun kita BUNTU dan SULIT untuk jualan kemanapun. Kalau sudah ada costumer base maka orang yang udah beli itu akan membeli ulang (REPEAT ORDER)

Nah, jadi urutannya adalah

1. Niche atau Bidang

Ini harus ditentukan diawal, agar tahu nanti mau memproduksi apa, memberikan solusi terhadap masalah yang mana

2. Target market

Masalahnya apa, kumpulnya dimana, behavior atau perilakunya seperti apa, buyer persona, Demograpi dll

3. Market Share

Kita juga perlu tahu bahwa di bidang tersebut kompetitornya siapa saja. Kemudian masing-masing menguasai pasar berapa persen dari total market share

Lalu kita yang mau masuk, mau merebut market share dengan cara apa, keunggulan apa, dan lain hal sebagainya

4. Produknya

Diawal kita harus memikirkan produk minimal 2, yaitu yang membuat untung besar nya (seperti motor / mobil), dan produk pendukung terhadap jenis repeat ordernya (service, spare part, oli)

Misal dalam kecantikan, ada paket harian, dari mulai pagi, siang, malam. kemudian ada paket unggulan dan ini mahal banget

gitulah misalnya ya…